Sabtu, 27 Desember 2014

MEMBACA MAD

Mad dipilah dalam dua kelompok besar yaitu Mad Thabii‘i (disebut juga mad asli) dan Mad Far‘ii
(disebut juga mad turunan atau mad cabang). Terdapat perbedaan mengenai jumlah mad dikarenakan
oleh perbedaan para ahli dalam mengelompokkannya; suatu mad berdiri sendiri menurut yang satu
sementara oleh yang lain mad itu disatukan bersama mad lain, atau dimasukkan ke dalam mad yang
lain. Hal ini dimungkinkan karena, ketika mendapat pemanjangan bunyi beberapa rangkaian huruf
pada suatu kata atau pada pertemuan dua kata mengalami perubahan bentuk sehingga bentuk akhirnya sama dengan bentuk rangkaian huruf pada mad yang lain. Huruf mad juga bisa muncul secara asli atau karena ditambahkan kemudian, cara berhenti pada kata yang berakhir dengan tanwin fathah baris selain pada huruf ta marbuthoh ; di situ huruf mad (alif) tidak hadir secara asli melainkan ditambahkan apabila membaca berhenti. Sehubungan dengan itu, sebuah mad digolongkan sebagai
mad far‘ii menurut pendapat yang satu, sementara menurut yang lain dimasukkan dalam mad thabii‘i
karena, bentuk akhir rangkaian hurufnya serupa dengan yang ada pada mad thabii‘i. Sesuai sifat
sederhana catatan ini, dipilih pengelompokkan mad yang juga sederhana, supaya lebih mudah mempraktekkannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar